1. (41) Pada Akhirnya

    Leave a comment

    April 29, 2013 by ariesadhar

    Gue nggak ngerti perjalanan nasib ya. Gue nggak ngerti juga apa maunya sampai kemudian gue tiba di titik ini. Kalau …
    Continue reading

  2. (40) Way (Back) Into Love

    Leave a comment

    April 29, 2013 by ariesadhar

    Meskipun dibelit isu hak cipta, aku tetap suka suasana di tempat karaoke. Aku sih hanya konsumen disini, membayar mahal untuk …
    Continue reading

  3. (39) Melayang di Jembatan Layang

    Leave a comment

    April 23, 2013 by ariesadhar

    Segenap keberanian gue akhirnya berhasil membuat perasaan gue dinyatakan barusan. Pastinya Destia nggak ngerti kalau gue seminggu penuh merancang kata-kata …
    Continue reading

  4. (38) Sebuah Pertanyaan

    Leave a comment

    April 21, 2013 by ariesadhar

    Sesudah makan siang–apalagi sebelumnya didahuli meeting VMI–yang tersisa adalah kantuk. Dan kantuk itu nggak bisa diladeni karena gue harus buru-buru …
    Continue reading

  5. (37) Obrolan Siang Hari

    Leave a comment

    April 20, 2013 by ariesadhar

    Sebuah sametime masuk dari Sabrina Destianty. ‘Bay, makan belum?’ Setelah gue dan Grace bubar jalan–kira-kira sebulan–belum ada lagi cewek yang …
    Continue reading

  6. (36) Ada yang Lain

    Leave a comment

    April 20, 2013 by ariesadhar

    “Ifa.” “Destia.” Perkenalan singkat dengan gadis yang dibawa sama Wilson ke mess. Sebuah kebetulan yang asyik ketika bertemu teman SD …
    Continue reading

  7. (35) Waterboom

    Leave a comment

    April 17, 2013 by ariesadhar

    Setelah pertemuan nggak disengaja dengan Ifa di warung pecel, aku sempat main ke kosnya sekalian minta nomor handphone. Hari gini …
    Continue reading